01 Desember 2012

Serunya Nonton Pacu Anjing di Sawahlunto

Lapangan Ombilin Sawahlunto sore itu, Kamis 29 November 2012 seperti ajang kontes anjing. Anjing-anjing yang bersih dan tampak terawat dari berbagai jenis itu dibawa pemiliknya masuk ke lapangan dengan tali pengikat yang cukup panjnag. Bahkan satu orang bisa membawa sekaligus lima anjingnya.

Sementara itu di luar lapangan, anjing-anjing diturunkan dari truk terbuka oleh pemiliknya. Ada juga anjing yang dibawa dengan mobil pribadi dan bahkan ada yang digonceng dengan sepeda motor. Mereka bergegas masuk lapangan untuk mendaftarkan anjingnya dalam lomba Pacu Anjing yang digelar Persatuan Olah Raga Buru Babi atau PORBI Sumatera Barat. Ini lomba ketangkasan anjing.

Sebenarnya acara ini adalah kreatifitas penggemar buru babi. Ini adalah tiruan acara buru babi yang digemari laki-laki di Sumatera Barat seperti di Sawahlunto, Pariaman, Tanah Datar, Payakumbuh, Sijunjung dan Solok.  Biasanya buru babi ini dilakukan setiap hari minggu ke hutan-hutan di pinggir ladang. Para pemburu akan membawa anjing-anjingnya yang akan dilepas mengejar dan memburu babi di dalam hutan. 

"Buru babi ini sudah tradisi dari dulu, selain untuk olah raga, juga membantu petani membasmi hama seperti babi," kata Silmastri, Ketua Pelaksana Pacu Anjing di Sawahlunto.

Silmastri mengatakan selalu berburu babi dengan enam ekor anjingnya setiap minggu bersama teman-temannya. Tidak hanya di hutan Sawahlunto, bahkan sampai ke Kuantan dan Kampardi Riau.

"Kalau acara ini adalah versi kecilnya buru babi, ini untuk menghibur masyarakat, kita akan melihat adu ketangkasan anjing mengejar babi, anjing yang paling cepat sampai ke garis finis, itu yang menang," kata Silmastri.

Adu ketangkasan anjing ini dengan areal sepanjang 100 meter. Di garis start ada lima tempat yang dibatas dengan kain untuk tempat masing-masing anjing di garis start. Di sepanjnag sisi arena pacu, diberi pembatas dari kasa plastik hitam agar anjing tak keluar dari arena.

Di ujung garis finish ada seekor babi dalam kerangkeng. Sementara itu untuk memancing anjing agar berlari, seekor babi keci digendong seorang joki remaja di tengah lapangan.

Anjing-anjing yang akan berpacu dan telah didaftarkan pemiliknya dipanggil satu persatu. Nama-nama anjingnya juga unik, ada bule untuk anjing putih yang berhidung pink dan bermata coklat. Ada cepot, ada anjing yang namanya karok dan sirah.Anjing yang akan bertanding mengenakan nomor punggung dari kain yang berwarna hijau yang diikatkan di badannya.

Start dimulai saat panitia meniupkan peluit. Sebelumnya, joki yang membawa babi kecil berada di tengah lapangan. Mendengar suara anak babi yang keras karena ketakutan, anjing-anjing yang akan berpacu makin tidak sabar ingin dilepas pemikiknya. Bahkan anjing yang ikut menonton di pinggir lapangan juga menggong bersahutan ingin mengejar babi.

Begitu peluat dibunyikan, anjing yang berpacu dilepas ke lapangan, sementara joki berlari sambi menggendong anak babi dan memanjat di kotak kayu diujung lapangan menyelamatkan diri bersama anak babi. Sementara anjing-anjing yang sampai ke garis finis akhirnya berlari ke arah babi yang ada dalam kotak kurungan. Babi itu yang kemudian digonggong anjing-anjing.

Penonton yang umumnya pecandu buru babi juga berteriak menyemangati anjingnya. Karena dalam lomba ini, selain ada hadiah uang, juga membuat gengsi pemiliknya ikut naik. "Anjing mana yang juara, akan jadi pembicaraan, dan itu kebanggaan pemiliknya, bahkan ada yang mau membeli anjing juara itu sampai puluhan juta," kata Silmastri.

Acara buru anjing ini sudah keempat kalinya diadakan setiap ulang tahun Sawahlunto. Pemerintah kota Sawahlunto menyediakan hadiah Rp10 juta untuk acara Pacu Anjiing yang diikuti 400 anjing pemburu dari berbagai daerah di Sumatera Barat.*sumber : Tempo.co*

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda Disini... Trims